Selasa, 27 Desember 2011

Perjalanan Panjang

     Hidup tak memilih jalan dimana kita salah dalam melewatinya , melainkan mewujudkan arah dikala jalan itu terhalang oleh fatamorgana , begitu juga ketika aku menginjakkan langkah menuju segarnya air , panasnya api , kerasnya batu dan hembus sapanya angin .
     Jajaran tegak pepohonan menemani senyumku ketika ku membuka pintu hati dikampus ini , memberi wawasan yang tiada hentinya tertuai mengelilingi waktuku dengan penuh antusias .
     Problematika kehidupan yang berbagai macam bentuknya terjadi ditempat ini , bertumpuk bagaikan gulungan ombak berlipat lipat disamudera yang tanpa kita sadari didalamnya menyimpan sejuta mutiara berkilauan , namun   kolaborasi dari sistematika berkumpul mengungkap itu semua serta membuangnya jauh jauh ketempat yang paling dalam hingga tak ada seorangpun mampu membangkitkannya kembali .
     Aku berharap kehidupan ini berjalan sebagaimana air mengalir ke segala arah tanpa hambatan , menginginkan ruang lingkup pendidikan dengan totalitas kehidupan 24 jam berada didalam asrama , memberi warna tersendiri mulai fajar menebar keindahannya sampai senja menyapa dan menjemputku kedalam dunia yang gelap gulita nan tanpa cahaya.